Saturday, April 18, 2009

A Work in Progress

“Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” (Ayub 23:10)

Ketika kita mengalami masalah yang seolah tak kunjung selesai, bisa saja kita menjadi tawar hati. Mungkin kita melihat pada keadaan atau karakter pribadi yang sejak dahulu belum berhasil kita ubah, maka kita menyimpulkan bahwa kondisi ini sudah final dan harus diterima begitu saja. “Yah, saya memang akan selalu seperti ini, gagal dan tidak bisa berubah,” adalah salah satu komentar yang sering diucapkan ketika kita kecewa. Namun Tuhan belum selesai dengan Anda dan saya. Tepatnya, kita semua adalah a work in progress. Pernahkah Anda menyaksikan pembangunan sebuah rumah atau gedung? Kelihatannya kacau dan tidak rapi, namun dari hari ke hari perkembangan terjadi: fondasi diletakkan, tiang-tiang dipancangkan, dan tembokpun mulai tersusun. Jangan menyerah dan memvonis diri untuk gagal, namun biarkan Tuhan menyelesaikan pekerjaanNya sampai selesai.

Pada saat seperti ini, sangat penting sekali untuk memperbarui pikiran Anda sesuai Firman Tuhan. Jangan biarkan kekecewaan dan keputusasaan menguasai hidupmu. Mari renungkan beberapa prinsip firman Tuhan berikut ini.

Tuhan akan menyelesaikan pekerjaanNya dalam hidupmu. “Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus.” (Filipi 1:6)

Lupakan yang telah di belakangmu dan fokus pada apa yang Tuhan sediakan di depanmu. “…tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus." (Filipi 3:13-14)

Bersukacita dan miliki sikap positif. “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan, sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan. Dan biarkanlah ketekunan itu memperoleh buah yang matang, supaya kamu menjadi sempurna dan utuh dan tak kekurangan suatu apa pun.” (Yakobus 1: 2-4)

Mari belajar dari Ayub, di tengah pencobaan yang luar biasa, ia percaya bahwa Tuhan tahu jalan hidupnya. Ia yakin bahwa rencana Tuhan mengujinya adalah bukan untuk mencelakakan, tapi agar ia bisa keluar seperti emas.

No comments: