Saturday, April 18, 2009

Sekalipun Tidak Ada Dasar Untuk Berharap

“Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, menurut yang telah difirmankan: ‘Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.’” (Roma 4:18)

Apa yang terjadi ketika Anda sudah tidak ada lagi dasar untuk berharap? Ketika segalanya sudah tertutup dan masa depan terlihat begitu kelamnya? Mari lihat teladan dari Abraham. Walau “tidak ada dasar untuk berharap, namun Abraham berharap juga dan percaya” bahwa janji Tuhan tetap akan terjadi baginya. Kita perlu belajar percaya seperti Abraham, bapa orang percaya.

Milikilah janjiNya terlebih dahulu. Abraham tidak sekedar percaya karena suatu kebodohan atau kekonyolan. Ia percaya karena Tuhan memang berjanji kepadanya (baca Kejadian 12). Apakah janji Firman Tuhan yang dihidupkan oleh Roh Kudus dalam hatimu? Jika belum ada, mintalah. Dia adalah Tuhan yang berjanji dan menggenapi.

Percaya Tidak Berarti Mengingkari Kenyataan. “Imannya tidak menjadi lemah, walaupun ia mengetahui, bahwa tubuhnya sudah sangat lemah, karena usianya telah kira-kira seratus tahun, dan bahwa rahim Sara telah tertutup.” (Roma 4:19) Perhatikan bahwa Abraham mengetahui kenyataan yang ada (tubuhnya sudah sangat lemah, dan rahim istrinya telah tertutup). Kita juga perlu mengerti fakta yang terjadi. Keadaan bisa saja begitu berbeda dengan apa yang kita percayai. Namun jangan biarkan fakta melemahkan iman kita. Berimanlah kepada Tuhan, bukan kepada fakta, karena Dia mampu mengubahkan fakta itu!

Musuh Anda: Bimbang dan Ketidakpercayaan. Sejak awal, rencana Iblis adalah membuat manusia ragu akan firman Tuhan. Iblis telah menerapkan strategi ini pada Adam dan Hawa, bahkan juga ketika ia mencobai Tuhan Yesus. Iblis ingin kita mempertanyakan kebaikan Tuhan dan hidup dengan kekuatan sendiri. Perhatikan teladan Abraham: “tetapi terhadap janji Allah ia tidak bimbang karena ketidakpercayaan, malah ia diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah” (Roma 4:20). Dalam Amplified Bible, Abraham menjadi “semakin kuat dalam iman”—artinya ada proses. Ketika Anda sedang lemah, jangan menyerah. Belajarlah dari Abraham: tetaplah memandang pada janjiNya (“demikianlah banyaknya nanti keturunanmu… seperti bintang di langit”), serta teruslah menyembah dan memuliakan Tuhan. Percayalah, Dia yang berjanji itu setia.

No comments: