“Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku.” (Yohanes 14:15)
Yakub pernah bekerja untuk Laban, pamannya, untuk mendapatkan Rahel, putri bungsu Laban yang sangat cantik. Kitab Kejadian 29:20 menulis: “Jadi bekerjalah Yakub tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang tujuh tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel.” Walaupun kemudian Laban menipu Yakub, sehingga ia harus bekerja ekstra tujuh tahun lagi untuk memperoleh Rahel, Yakub menjalaninya dengan tabah dan tekad yang bulat. Mengapa? Karena cintanya kepada Rahel.
Ketika kita mulai meninggalkan kasih kita yang mula-mula kepada Tuhan, segalanya mulai terasa begitu berat. Dan kenyataannya, mengikut Tuhan adalah sesuatu yang memang tidak mudah. “Untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara” (Kisah Rasul 14:22). Namun, kasih kepada Kristus membuat segala perintahNya itu menjadi ringan dan tidak berat (1 Yohanes 5:3). Segala yang harus dijalani itu adalah sebuah labor of love bagi kita. Mengapa para suami mau bekerja keras bagi keluarganya? “Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia” (Yohanes 16:21). Mengapa para ibu rela menderita sakit bersalin demi anaknya? Segalanya adalah karena cinta.
Dalam pernikahan, saya mendengar kenyataan hidup bahwa gairah cinta itu hanya dialami di tahun-tahun awal saja, selanjutnya semuanya hanya berjalan karena komitmen. Inikah kehendak Tuhan? Mari renungkan firman ini: “Aku tahu segala pekerjaanmu: baik jerih payahmu maupun ketekunanmu… Dan engkau tetap sabar dan menderita oleh karena nama-Ku; dan engkau tidak mengenal lelah. Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.” (Wahyu 2:2-4) Komitmen bisa membuahkan jerih payah, ketekunan, dan kesabaran yang luar biasa. Namun perhatikan teguran Tuhan Yesus pada jemaat di Efesus: mereka telah meninggalkan cinta mereka yang semula. Ya, memang apa yang mereka lakukan memang luar biasa, tapi itu bukanlah suatu labor of love. Semua bukan lagi karena cinta.
Kasih Kristuslah yang akan memampukan Anda melewati apapun dalam hidup Anda! “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” (Roma 8:35)
CintaNya membuat Anda lebih dari pemenang (ayat 37). Semuanya adalah karena cinta.
Saturday, April 18, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment