Saturday, April 18, 2009

Ia Menampung Air Matamu

“Sengsaraku Engkaulah yang menghitung-hitung, air mataku Kautaruh ke dalam kirbat-Mu. Bukankah semuanya telah Kaudaftarkan?” (Mazmur 56:9)

Tuhan kita adalah Pribadi yang paling mengenal diri kita. Dia turut merasakan perasaan dan kelemahan kita. “Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita…” (Ibrani 4:15). Tuhan Yesus adalah Imam Besar yang saat ini terus berdoa bagi kita, dan Ia sangat peduli pada setiap air mata dan penderitaan yang kita alami. Ia menampung air mata kita dalam kirbatNya.

Air Mata Para Pemimpin Rohani Kita. “Sebab itu berjaga-jagalah dan ingatlah, bahwa aku tiga tahun lamanya, siang malam, dengan tiada berhenti-hentinya menasihati kamu masing-masing dengan mencucurkan air mata.” (Kisah Rasul 20:31) Memimpin bukanlah sesuatu yang mudah. Seringkali air mata menetes di pipi (seperti halnya Paulus) ketika kita menghadapi mereka yang Tuhan percayakan di bawah kepemimpinan kita. Namun percayalah, Dia mengerti penderitaanmu. Ia masih menampung semua air matamu.

Tangisan anak-anak rohani kita. “Dan apabila aku terkenang akan air matamu yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku” (2 Timotius 1:4). Paulus mengingat air mata anak-anak rohaninya.

Ia masih tergerak oleh belas kasihan melihat penderitaan manusia. Tuhan Yesus tergerak oleh belas kasihan ketika melihat umat manusia lelah dan terlantar, seperti domba yang tidak bergembala (Matius 9:36). Ketika Ia melihat orang-orang sakit, hatiNya tergerak oleh belas kasihan dan menyembuhkan mereka (Matius 14:14). Orang-orang yang lapar menyentuh hatiNya (Matius 15:32). Sampai saat ini Tuhan Yesus masih tergerak oleh belas kasihan ketika Ia melihat penderitaan umat manusia.

No comments: